Kerukunan Umat Beragama Indonesia

Kerukunan Umat Beragama Indonesia

Kerukunan Umat Beragama Indonesia

20 November 2019, 07:41:57, Oleh : Admin, Dibaca : 3719 kali

Kerukunan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kata benda (nomina) yang berasal dari ke.ru.kun.an yang memiliki arti (1) perihal hidup rukun; (2) rasa rukun; kesepakatan: kerukunan hidup beragama.

Kerukunan hidup beragama merupakan hubungan antar umat beragama yang beraneka ragam dilandasi oleh rasa toleransi, saling menghormati, dan saling menghargai dalam kesetaraan setiap individu untuk menganut, mempercayai, dan mengamalkan kepercayaannya masing-masing.

 

Kerukunan dalam Islam atau disebut Ukhuwah Islamiyah adalah rasa kasih sayang, persaudaraan, kemuliaan, dan rasa saling percaya terhadap saudara se-akidah. Hingga Ukhuwah Islamiyah dapat menimbulkan sikap tolong menolong, kerukunan, persatuan, tenggang rasa, dan tidak men-dzolimi baik harta maupun status orang lain (Termaksud non-muslim) yang kesemuanya sama di mata Allah. 
Islam juga menganut konsep Lakum Diinukum Waliyadiin (QS Al Kafirun: 6) yang memiliki arti “Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku”. Konsep tersebut (Dalam lintas agama) menjelaskan bahwa umat Islam tidak diperkenankan (Dilarang keras) mencampuri, memberikan penafsiran, membatasi, mencela, maupun menistakan agama lain. Dalam tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara, umat Islam diharuskan saling tolong menolong sesama manusia, namun berbeda dalam urusan keagamaan, sehingga terdapat batasan yang jelas akan hal tersebut.

 

Kerukunan agama dalam Indonesia, dilandasi banyak hal dalam aspek hukum; Pancasila sila ke 1: “Ketuhanan Yang Maha ESA”, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45) Pasal 29 ayat 1: “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pasal 29 ayat 2: “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Negara hanya mengakui agama yang berkonsep ketuhanan tunggal atau esa (Sesuai dengan kesepakatan) dan berkewajiban menjamin hak serta kewajiban setiap individu melakukan aktivitas keagamaan di Indonesia, tanpa mengalami diskriminasi serta kriminalisasi dari kelompok atau golongan tertentu (Selama tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku).


Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama, memiliki tugas pokok dan fungsi (Tukposi) menjaga persatuan antar umat agama dengan cara: perumusan, penetapan, pelaksanaan, maupun pengawasan terhadap keseluruhan agama yang diakui di Indonesia, salah satu implementasinya melalui organisasi binaan Kementerian Agama maupun Forum Kerukunan Umat Beragama. Tujuan akhirnya ialah pemerintah dapat memelihara persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Setiap individu tidak diwajibkan mengerti dan atau memahami agama lain di luar agamanya. Namun demikian, semua pihak wajib menghargai dan menghormati setiap agama untuk melakukan kegiatan keagamaannya, selama agama tersebut diakui di Indonesia, terdapat 6 agama yang diakui di Indonesia; Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu. Dengan begitu, individu yang menganut agama tertentu tidak boleh mencampuri urusan agama umat lain; memberikan penafsiran, membatasi, mencela, maupun menistakan agama lainnya. Tujuan akhir ialah persatuan dan kesatuan di Indonesia yang semakin kuat, positif, dan membangun.

 

Kerukunan umat beragama dapat terwujud jika hak dan kewajiban keagamaan dari setiap individu dapat terpenuhi, dan serta setiap umat beragama dapat menjalankan kegiatan keagamaannya masing-masing selama diperbolehkan dan tidak bertentangan dengan berbagai produk hukum resmi di negeri ini.

(BB)


Artikel Populer


Berilmu Sebelum Berdagang
Berilmu Sebelum Berdagang
Setiap orang menganggap mudah menjadi pedagang atau pebisnis. Yang...
Selengkapnya
Faedah Surat Yasin: Infakkanlah Rezekimu!
Faedah Surat Yasin: Infakkanlah Rezekimu!
Coba kaji dari surat Yasin ini akan ditemukan lagi bahasan penting...
Selengkapnya
Bolehkah Jual Beli dengan Sekedar Memajang Katalog di Internet?
Bolehkah Jual Beli dengan Sekedar Memajang Katalog di Internet?
Segala puji bagi Allah, Rabb pemberi segala nikmat. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muham...
Selengkapnya
Sifat Jelek: Pelit dan Berdagang Asal Laris dengan Dusta  Sumber
Sifat Jelek: Pelit dan Berdagang Asal Laris dengan Dusta Sumber
Intisari Khutbah Jumat dari Syaikh Usamah bin ‘Abdillah Al-K...
Selengkapnya

Artikel Lainnya


Mana yang lebih utama, Qurban Kambing atau Urunan Sapi ?
Mau qurban agak bingung, mana yang lebih utama ikut urunan sapi atau qurban sendiri? sukron
Qurban Minimalis
Bagaimana cara qurban yang paling murah untuk mereka yang dananya terbatas? Mencari paling mu...
Larangan Memotong Kuku dan Rambut Berlaku Untuk Keluarga Shahibul Qurban ?
Afwan ustadz, jika qurban diniatkan untuk satu keluarga, apakah semua anggota keluarga tidak...
Batas Maksimal Boleh Menyimpan Daging Qurban
Adakah batas maksimal boleh menyimpan daging qurban? Bolehkah di freezer, kemudian diambil se...
Ibadah Qurban Pada Hari Raya Idul Adha
اَلْأُضْحِيَةُ وَالضَّحِيَّةُ اِسْمٌ لِمَا يُذْبَحُ مِنَ الْإِبِلِ وَالْبَقَرِ وَالْغَنَمِ يَوْمَ...